Minggu, 08 Januari 2012

DAMPAK PSIKOLOGI TERHADAP TEKNOLOGI INTERNET

Apakah internet dapat digunakan sebagai alat untuk eksplorasi diri? Pertanyaan tersebut bukanlah tanpa alasan mengingat bahwa banyak situs yang menampilkan berbagai test EQ maupun IQ. Selain itu teknologi dunia maya ini memberikan banyak kesempatan kepada individu untuk mengekspresikan diri secara unik. Namun demikian para Psikolog berpendapat, kalau seseorang gagal mengintegrasikan antara diri sejati dengan diri yang diekspresikan secara berbeda di internet, maka hal ini akan sangat berbahaya bagi pertumbuhan pribadi orang tersebut. Mengenai dampak internet sebagai alat explorasi diri, para Psikolog memandang hal tersebut tergantung dari pribadi si penggunanya. Tentu internet akan bermanfaat jika mampu meningkatkan kehidupan seseorang, dan sebaliknya menjadi penyakit jika membuat kacau kehidupan orang tersebut. Pengaruh buruk akan terjadi jika internet digunakan sebagai sarana untuk mengisolasi diri. Banyak orang tidak sadar bahwa lama-kelamaan ia menutup diri terhadap komunikasi sosial entah karena keasikan ngebrowse atau karena internet dipakai sebagai pelarian dari masalah-masalah yang berhubungan dengan kepribadiannya. Hal itu dapat terjadi karena ada individu yang menampilkan kepribadian yang berbeda pada saat online dengan offline. Motivasi dibalik itu tentu berbeda antara satu orang dengan yang lain. Permasalahan akan rumit jika alasannya adalah karena individu tersebut tidak puas/suka terhadap dirinya sendiri (mungkin karena rasa minder, malu, atau merasa tidak pantas), lantas menciptakan dan menampilkan kepribadian yang lain sekali dari dirinya yang asli. Seringkali ia lebih suka pada kepribadian hasil rekayasa yang baru karena tampak ideal baginya. Padahal, menurut para Psikolog, hal ini tidak benar dan tidak sehat. Mengapa demikian? Michelle Weil, seorang Psikolog dan pengarang buku terkenal, memberikan contoh konkrit tentang seorang gadis yang dijauhi oleh teman-temannya lalu kemudian menghabiskan waktu untuk mojok berchatting ria dengan menampilkan karakter yang sangat kontradiktif dengan karakter aslinya. Akibatnya, lama kelamaan ia semakin jauh dengan kenyataaan sosial yang ada, bahkan tidak bisa menerima diri apa adanya. Menurut pakar psikoanalisa terkenal seperti Erich Fromm, kondisi demikian dinamakan neurosis. Kondisi neurosis yang berkepanjangan akan mengakibatkan gangguan jiwa yang serius. Michelle lebih lanjut menambahkan, bahaya latennya adalah terbentuknya kepribadian online yang berbeda dengan yang asli. Tentu saja ada pengaruh positif dari penggunaan (bukan kecanduan) internet terhadap kepribadian seseorang. Reid Steere, seorang Sosiolog dari Los Angeles mengatakan, jika seseorang menggunakan internet sebagai media eksplorasi diri dengan kesadaran penuh, ia akan mengalami pertumbuhan sebagai hasil dari refleksi dirinya secara utuh melalui internet. > Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Kehadiran komputer dan internet telah merubah dunia kerja, dari tekanan pada kerja otot ke kerja otak.. Implikasinya adalah perbedaan perilaku pria dan wanita semakin mengecil. Kini semakin banyak pekerjaan kaum pria yang dijalankan oleh kaum wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol. Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women: From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya. Selain itu semakin banyak wanita yang menjadi pimpinan perusahaan dan sekaligus menjadi pemilik perusahaan. Di Indonesia selama 54 tahun merdeka belum pernah ada wakil presiden wanita, kini di tahun 1999 Indonesia sudah memilikinya. Peran wanita dalam pengambilan keputusan dalam kehidupan keluarga semakin besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Amerika Serikat 75 persen dari keputusan yang menyangkut kesehatan dalam keluarga diputuskan oleh wanita. Wanita membeli 50 persen dari mobil yang terjual di Amerika. Bahkan Toyota melaporkan bahwa 60 persen pembeli mobil mereka adalah kaum wanita. Sekitar 80 persen dari belanja keperluan konsumen sehari-hari dibelanjakan oleh kaum wanita. Hal yang tidak kalah menariknya adalah semakin banyak wanita yang melakukan pekerjaan yang tadinya pekerjaan yang dominan dilakukan kaum pria. Kalau semula pekerjaan membeli ban baru untuk mobil umumnya dilakukan pria, kini ban mobil yang terjual di USA sekitar 45 persen dibeli oleh kaum wanita. Peralatan sport yang laku di USA 40 persen berasal dari pembeli wanita. Hal lain yang menonjol adalah 75 persen pakaian pria dibeli oleh wanita, dan seperempat dari mobil truk yang laku di USA dibeli oleh wanita (Aburdene & Naisbitt, 1993). Tampaknya wanita semakin dominan perannya dalam kehidupan masa kini. Sayang sekali data perilaku wanita yang rinci seperti itu tidak dimiliki oleh kita di Indonesia.. Namun rasanya kecenderungan seperti itu juga muncul di Indonesia walaupun tidak sefantastis wanita di Amerika Serikat. Diduga kecenderungan perilaku wanita seperti yang dikemukakan di atas akan semakin dominan di milenium baru ini. Selain internet ada permainan komputer yang diduga akan mempersempit perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak permainan elektronik Play Station yang sangat populer di Indonesia. Permainan dalam PS sangat banyak yang menonjolkan kekerasan. Permainan ini sangat digemari oleh anak laki-laki maupun anak perempuan. Kini berbagai permainan tersebut dapat diakses dan dimainkan melalui internet. Kini internet sudah menjadi pusat hiburan. Kita belum memperoleh informasi yang sistimatik tentang perbedaan aspek kognitif dan kepribadian pria dan wanita sebagai akibat penggunaan teknologi komputer seperti yang dikemukakan di atas. Apakah masih ada perbedaan sifat kepribadian seperti yang secara tradisional kita ketahui bahwa wanita lebih menonjol dalam aspek verbal dan emosional, sedangkan pria lebih menonjol dalam aspek non-verbal dan lebih asertif (lihat Conger, 1975). Apakah ketakutan akan sukses semakin menipis pada kaum wanita (lihat Alimatus Sahrah, 1996). Kalau dikaitkan dengan aspek psikologi peran seks ( Bem, 1983.), apakah kini semakin banyak kelompok androgini, ataukah semakin banyak porsi wanita yang berperan seks maskulin? Bila demikian apakah dampaknya bagi hubungan sosial pria dan wanita? > Perkembangan seksualitas. Selain dapat digunakan untuk berpacaran melalui progam internet relay chatting (IRC), internet dapat pula digunakan untuk mengakses gambar dan filem porno. Walaupun gambar porno dan cerita porno dapat diperoleh dari berbagai sumber, kehadiran internet semakin menyemarakkan perolehan pronografi tersebut. Banyak pakar yang berpendapat bahwa rangsangan seksual yang diperoleh anak akan mempercepat proses kematangan seksual (lihat Conger, 1975). Penggunaan internet untuk mengakses situs-situs porno memang sangat sulit untuk dihindari, mengingat bahwa situs-situs semacam itu tersedia sangat banyak dalam dunia maya tersebut. Menurut hasil penelitian Alvin Cooper (1998) dari San Jose Marital and Sexual Centre, yang tertuang dalam bukunya Sexuality and the Internet: Surfing into the new millennium, seks (baca: situs porno) merupakan topik nomor satu yang dicari para pengguna internet di Amerika. Kenyataan yang ada di Indonesia saat ini tampaknya tidak jauh berbeda. Hal itu terlihat dari masuknya situs-situs porno di search engine sebagai Top 10 Website yang paling banyak dikunjungi. Dengan melihat jumlah pengakses situs-situs porno di internet yang cenderung meningkat dari hari ke hari, maka perlu diwaspadai dampak penggunaan teknologi tersebut terhadap kesehatan mental dan hubungan interpersonal si user/netter. Para psikolog dan ahli ilmu-ilmu sosial lainnya telah lama menaruh perhatian pada dampak yang ditimbulkan oleh situs-situs porno atau sering disebut juga sebagai “CYBERSEX”. Ada dua pandangan yang muncul sehubungan dengan hal tersebut. Pertama, pandangan yang menganggap situs porno mendorong terjadinya hal-hal yang bersifat patologis bagi user. Pandangan ini cenderung berfokus pada perilaku addictive dan compulsive. Kedua, pandangan yang menganggap bahwa situs porno hanya merupakan sarana untuk mengekplorasi dan mencari informasi mengenai masalah-masalah seksual. Dengan kata lain mengakses situs porno merupakan suatu ekspresi seksual. > Patologis Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa situs porno mendorong terjadinya tindak kriminal dan perilaku seks menyimpang. Menurut penelitian, situs porno memungkinkan user/netter untuk melakukan berbagai komunikasi erotik melalui komputer mulai dari tingkatan yang bersifat godaan atau lelucon porno, pencarian dan tukar-menukar informasi mengenai pelayanan seksual sampai pada diskusi terbuka tentang perilaku seks menyimpang. Selain itu komunikasi melalui internet seringkali digunakan untuk mengeksploitasi pornography yang melibatkan anak-anak dan remaja serta alat yang dipakai untuk menyamarkan identitas seksual seseorang dengan tujuan tertentu. Penelitian pertama yang menyelidiki kecanduan mengakses situs porno dilakukan Bingham dan Piotrowski (1996). Hasil penelitian mereka yang tertuang dalam Psychological Report berjudul On-line sexual addiction: A contemporary enigma mengungkapkan 4 (empat) karakteristik yang terdapat pada individu pecandu situs porno (addicted to cybersex). Keempat karakteristik tersebut adalah: • Ketrampilan sosial yang tidak memadai • Bergelut dengan fantasi-fantasi yang bersifat seksual • Berkomunikasi dengan figur-figur ciptaan hasil imaginasinya sendiri • Tidak mampu mengendalikan diri untuk tidak mengakses situs porno Sementara itu penelitian terhadap perilaku kompulsif dalam mengakses situs porno terungkap bahwa perilaku tersebut didorong oleh faktor-faktor seperti kesepian (loneliness), kurang percaya diri (lack of self-esteem), dan kurangnya pengendalian diri terhadap masalah seksual (lack of sexual self-control). > Ekspresi Seksual Berbeda dengan pandangan yang menganggap bahwa situs porno mendorong terjadinya masalah yang bersifat patologis, beberapa penulis justru melihat situs porno sebagai tempat yang menyediakan berbagai informasi “supercepat” mengenai masalah-masalah seksual dan sekaligus menawarkan cara-cara yang baru dan tersembunyi (paling tidak user merasa tidak ada orang lain yang tahu) untuk memuaskan keingintahuan seseorang dalam melakukan explorasi seksual. Keberadaan situs porno dinilai dapat membantu pasangan yang mengalami masalah dalam hubungan seksual karena menyediakna berbagai informasi yang terkadang “enggan” untuk dibicarakan secara langsung oleh pasangan tersebut. Menurut Leiblum (1997) dalam Journal of Sex Education and Therapy berjudul Sex and the net: Clinical implications, situs porno merupakan sarana ekspresi seksual yang memiliki rentangan secara kontinum dari sekedar rasa ingin tahu sampai pada perilaku obsesif. Bagi individu yang memerlukan terapi seksual, media seksual on-line seringkali dianggap dapat mengakomodasi hal-hal yang berhubungan dengan isolasi sosial dan ketidakbahagiaan dalam hidup. Lieblum membedakan 3 (tiga) karakter klinis dari para pengakses situs porno. Ketiga profil tersebut adalah: • Loners, dimana seseorang (user) menganggap bahwa situs porno dapat menjadi alat untuk mengakomodasi masalah-masalah atau hal-hal yang tidak menyenangkan dalam hidup. • Partners, dimana situs porno dianggap sebagai bagian dari pasangan hidup si user. Ketika user mengalami masalah dia dapat mencari solusi melalui situs porno • Paraphilics, dimana seseorang tergantung pada situs porno untuk memberikan stimulasi dan kepuasan seksual. Berdasarkan pandangan tersebut dapat disimpulkan bahwa jika seseorang hanya menganggap bahwa situs porno sebagai alat untuk mengakomodasikan masalah-masalah seksual saja maka ia tidak bisa digolongkan sebagai seseorang yang memiliki masalah kejiwaan. Pada tahapan berikut di mana pengguna menganggap situs porno sebagai partner yang bisa digunakan sebagai sarana untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapinya, sebenarnya individu sudah memasuki titik yang rawan untuk menuju ke tahapan berikutnya (Paraphilics), jika ia tidak mampu mengendalikan diri dan tidak segera menyelesaikan masalah yang ada dengan pasangannya. Sama halnya dengan beberapa perilaku adiksi yang lain (misalnya perjudian, alkoholik), maka jika individu sampai masuk ke tahapan ketiga maka dapat dipastikan bahwa ia memiliki masalah kejiwaan yang menyangkut perilaku adiksi. Dari uraian diatas dapat terlihat bahwa pengguna internet memiliki berbagai tujuan dan alasan dalam mengakses situs porno. Apakah Anda akan menggunakan situs tersebut untuk tujuan-tujuan yang positif demi kebahagiaan hidup Anda dan pasangan Anda atau sebaliknya, semua terserah Anda. Berasumsi bahwa semua pengakses internet memiliki masalah-masalah patologis tentu sangat tidak adil. Namun demikian hal yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai situs porno merupakan “menu harian” dalam mengakses internet. Selain itu bagi Anda yang sudah memiliki pasangan hidup jika mengalami masalah-masalah seksual hendaklah membicarakannya dengan pasangan Anda terlebih dahulu. Mengingat bahwa di Indonesia sampai saat ini belum ada aturan atau tata cara yang mengatur penggunaan teknologi internet ini, maka kendali sepenuhnya ada ditangan Anda. Situs porno yang sudah demikian marak dalam dunia maya tersebut tidak mungkin lagi dapat diblokir atau dihindari seperti yang pernah dilakukan oleh Departemen Penerangan beberapa tahun yang lalu. > Pola interaksi antar manusia Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet ( warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja. > Penggusuran manusia Dalam kehidupan yang digerakkan oleh teknologi informasi (komputer dan internet) kesuksesan hidup didunia sangat tergantung pada penguasaan pengetahuan, dan kemampuan mengelola emosi, dan kemampuan mengelola hubungan sosial. Banyak pakar berpendapat bahwa kunci sukses untuk mengarungi kehidupan turbulensi perubahannya sangat tinggi, orang harus memiliki tiga modal, yakni intellectual capital, social capital, soft capital, and spiritual capital (lihat Ancok, 1998; Ancok, 1999; Nahapiet & Ghoshal, 1998). Persaingan dalam kehidupan, baik itu kehidupan bisnis, kehidupan bermasyarakat, maupun kehidupan individual sangat ditentukan oleh kemampuan berinovasi. Untuk bisa berinovasi diperlukan kreatifitas yang tinggi dan pengetahuan yang luas. Teknologi informasi telah meribah dunia kerja, dari kerja yang bertumpu pada otot ke pekerjaan yang bertumpu pada otak. Pekerjaan masa sekarang lebih menuntut karyawan yang berpengetahuan (knowledge workers). Kondisi ini akan membuat jurang sosial antara mereka yang berpengetahuan (know) dan yang tidak berpengetahuan (know-not). Mereka yang tidak memiliki pengetahuan akan tergusur dari dunia kerja (Tappscott, 1996). Selain itu ada korelasi antara pengetahuan dan kekuasan (power). Mereka yang mempunyai pengetahuan akan memiliki kekuasaan. Sebaliknya mereka yang mempunyai kekuasaan bisa memiliki pengetahuan, karena mereka bisa menggunakan orang yang berpengetahuan untuk kepentingan kekuasaan. Kondisi ini akan membuat jurang sosial yang lain, yakni jurang antara yang memiliki akses pada kekuasaan dan yang tidak memiliki akses pada kekuasaan. Golongan ke dua ini akan termarginalisasi dalam kehidupan. Jurang sosial ini akan menjadi pemicuk konflik yang berwujud keresahan sosial. > Kerahasiaan alat tes semakin terancam Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet. Tes yang tersedia dalam internet yang pernah penulis buka antara lain adalah tes asertifitas, locus of control, tes inteligensi emosional, tes kecemasan. Kini semakin sulit untuk merahasiakan alat tes karena begitu mudahnya berbagai tes diperoleh melalui internet. Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk.. Implikasi dari permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut. Sumber : http://www.daputa.com/teknologi-informasi-dan citra-pendidikan.html http://www.beritanet.com/Education/dampak-virtual-worlds-1.html http://ancok.staff.ugm.ac.id/h-19/psikologi-dan-tantangan-millenium-ke-tiga-dampak-teknologi-internet-pada-kehidupan-manusia-dan-pengelolaan-institusi-pendidikan-psikologi.html http://www.e-psikologi.com/remaja/internet.htm http://www.e-psikologi.com/dewasa/cybersex.htm

DAMPAK PSIKOLOGI TEKNOLOGI INTERNET INTERNET DAN EKSPLORASI DIRI- Part 1

Apakah internet dapat digunakan sebagai alat untuk eksplorasi diri? Pertanyaan tersebut bukanlah tanpa alasan mengingat bahwa banyak situs yang menampilkan berbagai test EQ maupun IQ. Selain itu teknologi dunia maya ini memberikan banyak kesempatan kepada individu untuk mengekspresikan diri secara unik. Namun demikian para Psikolog berpendapat, kalau seseorang gagal mengintegrasikan antara diri sejati dengan diri yang diekspresikan secara berbeda di internet, maka hal ini akan sangat berbahaya bagi pertumbuhan pribadi orang tersebut. Mengenai dampak internet sebagai alat explorasi diri, para Psikolog memandang hal tersebut tergantung dari pribadi si penggunanya. Tentu internet akan bermanfaat jika mampu meningkatkan kehidupan seseorang, dan sebaliknya menjadi penyakit jika membuat kacau kehidupan orang tersebut. Pengaruh buruk akan terjadi jika internet digunakan sebagai sarana untuk mengisolasi diri. Banyak orang tidak sadar bahwa lama-kelamaan ia menutup diri terhadap komunikasi sosial entah karena keasikan ngebrowse atau karena internet dipakai sebagai pelarian dari masalah-masalah yang berhubungan dengan kepribadiannya. Hal itu dapat terjadi karena ada individu yang menampilkan kepribadian yang berbeda pada saat online dengan offline. Motivasi dibalik itu tentu berbeda antara satu orang dengan yang lain. Permasalahan akan rumit jika alasannya adalah karena individu tersebut tidak puas/suka terhadap dirinya sendiri (mungkin karena rasa minder, malu, atau merasa tidak pantas), lantas menciptakan dan menampilkan kepribadian yang lain sekali dari dirinya yang asli. Seringkali ia lebih suka pada kepribadian hasil rekayasa yang baru karena tampak ideal baginya. Padahal, menurut para Psikolog, hal ini tidak benar dan tidak sehat. Mengapa demikian? Michelle Weil, seorang Psikolog dan pengarang buku terkenal, memberikan contoh konkrit tentang seorang gadis yang dijauhi oleh teman-temannya lalu kemudian menghabiskan waktu untuk mojok berchatting ria dengan menampilkan karakter yang sangat kontradiktif dengan karakter aslinya. Akibatnya, lama kelamaan ia semakin jauh dengan kenyataaan sosial yang ada, bahkan tidak bisa menerima diri apa adanya. Menurut pakar psikoanalisa terkenal seperti Erich Fromm, kondisi demikian dinamakan neurosis. Kondisi neurosis yang berkepanjangan akan mengakibatkan gangguan jiwa yang serius. Michelle lebih lanjut menambahkan, bahaya latennya adalah terbentuknya kepribadian online yang berbeda dengan yang asli. Tentu saja ada pengaruh positif dari penggunaan (bukan kecanduan) internet terhadap kepribadian seseorang. Reid Steere, seorang Sosiolog dari Los Angeles mengatakan, jika seseorang menggunakan internet sebagai media eksplorasi diri dengan kesadaran penuh, ia akan mengalami pertumbuhan sebagai hasil dari refleksi dirinya secara utuh melalui internet. > Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Kehadiran komputer dan internet telah merubah dunia kerja, dari tekanan pada kerja otot ke kerja otak.. Implikasinya adalah perbedaan perilaku pria dan wanita semakin mengecil. Kini semakin banyak pekerjaan kaum pria yang dijalankan oleh kaum wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol. Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women: From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya. Selain itu semakin banyak wanita yang menjadi pimpinan perusahaan dan sekaligus menjadi pemilik perusahaan. Di Indonesia selama 54 tahun merdeka belum pernah ada wakil presiden wanita, kini di tahun 1999 Indonesia sudah memilikinya. Peran wanita dalam pengambilan keputusan dalam kehidupan keluarga semakin besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Amerika Serikat 75 persen dari keputusan yang menyangkut kesehatan dalam keluarga diputuskan oleh wanita. Wanita membeli 50 persen dari mobil yang terjual di Amerika. Bahkan Toyota melaporkan bahwa 60 persen pembeli mobil mereka adalah kaum wanita. Sekitar 80 persen dari belanja keperluan konsumen sehari-hari dibelanjakan oleh kaum wanita. Hal yang tidak kalah menariknya adalah semakin banyak wanita yang melakukan pekerjaan yang tadinya pekerjaan yang dominan dilakukan kaum pria. Kalau semula pekerjaan membeli ban baru untuk mobil umumnya dilakukan pria, kini ban mobil yang terjual di USA sekitar 45 persen dibeli oleh kaum wanita. Peralatan sport yang laku di USA 40 persen berasal dari pembeli wanita. Hal lain yang menonjol adalah 75 persen pakaian pria dibeli oleh wanita, dan seperempat dari mobil truk yang laku di USA dibeli oleh wanita (Aburdene & Naisbitt, 1993). Tampaknya wanita semakin dominan perannya dalam kehidupan masa kini. Sayang sekali data perilaku wanita yang rinci seperti itu tidak dimiliki oleh kita di Indonesia.. Namun rasanya kecenderungan seperti itu juga muncul di Indonesia walaupun tidak sefantastis wanita di Amerika Serikat. Diduga kecenderungan perilaku wanita seperti yang dikemukakan di atas akan semakin dominan di milenium baru ini. Selain internet ada permainan komputer yang diduga akan mempersempit perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak permainan elektronik Play Station yang sangat populer di Indonesia. Permainan dalam PS sangat banyak yang menonjolkan kekerasan. Permainan ini sangat digemari oleh anak laki-laki maupun anak perempuan. Kini berbagai permainan tersebut dapat diakses dan dimainkan melalui internet. Kini internet sudah menjadi pusat hiburan. Kita belum memperoleh informasi yang sistimatik tentang perbedaan aspek kognitif dan kepribadian pria dan wanita sebagai akibat penggunaan teknologi komputer seperti yang dikemukakan di atas. Apakah masih ada perbedaan sifat kepribadian seperti yang secara tradisional kita ketahui bahwa wanita lebih menonjol dalam aspek verbal dan emosional, sedangkan pria lebih menonjol dalam aspek non-verbal dan lebih asertif (lihat Conger, 1975). Apakah ketakutan akan sukses semakin menipis pada kaum wanita (lihat Alimatus Sahrah, 1996). Kalau dikaitkan dengan aspek psikologi peran seks ( Bem, 1983.), apakah kini semakin banyak kelompok androgini, ataukah semakin banyak porsi wanita yang berperan seks maskulin? Bila demikian apakah dampaknya bagi hubungan sosial pria dan wanita? Sumber : http://www.daputa.com/teknologi-informasi-dan citra-pendidikan.html http://www.beritanet.com/Education/dampak-virtual-worlds-1.html http://ancok.staff.ugm.ac.id/h-19/psikologi-dan-tantangan-millenium-ke-tiga-dampak-teknologi-internet-pada-kehidupan-manusia-dan-pengelolaan-institusi-pendidikan-psikologi.html http://www.e-psikologi.com/remaja/internet.htm

DAMPAK PSIKOLOGI TEKNOLOGI INTERNET INTERNET DAN EKSPLORASI DIRI-Part 2

> Perkembangan seksualitas. Selain dapat digunakan untuk berpacaran melalui progam internet relay chatting (IRC), internet dapat pula digunakan untuk mengakses gambar dan filem porno. Walaupun gambar porno dan cerita porno dapat diperoleh dari berbagai sumber, kehadiran internet semakin menyemarakkan perolehan pronografi tersebut. Banyak pakar yang berpendapat bahwa rangsangan seksual yang diperoleh anak akan mempercepat proses kematangan seksual (lihat Conger, 1975). Penggunaan internet untuk mengakses situs-situs porno memang sangat sulit untuk dihindari, mengingat bahwa situs-situs semacam itu tersedia sangat banyak dalam dunia maya tersebut. Menurut hasil penelitian Alvin Cooper (1998) dari San Jose Marital and Sexual Centre, yang tertuang dalam bukunya Sexuality and the Internet: Surfing into the new millennium, seks (baca: situs porno) merupakan topik nomor satu yang dicari para pengguna internet di Amerika. Kenyataan yang ada di Indonesia saat ini tampaknya tidak jauh berbeda. Hal itu terlihat dari masuknya situs-situs porno di search engine sebagai Top 10 Website yang paling banyak dikunjungi. Dengan melihat jumlah pengakses situs-situs porno di internet yang cenderung meningkat dari hari ke hari, maka perlu diwaspadai dampak penggunaan teknologi tersebut terhadap kesehatan mental dan hubungan interpersonal si user/netter. Para psikolog dan ahli ilmu-ilmu sosial lainnya telah lama menaruh perhatian pada dampak yang ditimbulkan oleh situs-situs porno atau sering disebut juga sebagai "CYBERSEX". Ada dua pandangan yang muncul sehubungan dengan hal tersebut. Pertama, pandangan yang menganggap situs porno mendorong terjadinya hal-hal yang bersifat patologis bagi user. Pandangan ini cenderung berfokus pada perilaku addictive dan compulsive. Kedua, pandangan yang menganggap bahwa situs porno hanya merupakan sarana untuk mengekplorasi dan mencari informasi mengenai masalah-masalah seksual. Dengan kata lain mengakses situs porno merupakan suatu ekspresi seksual. > Patologis Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa situs porno mendorong terjadinya tindak kriminal dan perilaku seks menyimpang. Menurut penelitian, situs porno memungkinkan user/netter untuk melakukan berbagai komunikasi erotik melalui komputer mulai dari tingkatan yang bersifat godaan atau lelucon porno, pencarian dan tukar-menukar informasi mengenai pelayanan seksual sampai pada diskusi terbuka tentang perilaku seks menyimpang. Selain itu komunikasi melalui internet seringkali digunakan untuk mengeksploitasi pornography yang melibatkan anak-anak dan remaja serta alat yang dipakai untuk menyamarkan identitas seksual seseorang dengan tujuan tertentu. Penelitian pertama yang menyelidiki kecanduan mengakses situs porno dilakukan Bingham dan Piotrowski (1996). Hasil penelitian mereka yang tertuang dalam Psychological Report berjudul On-line sexual addiction: A contemporary enigma mengungkapkan 4 (empat) karakteristik yang terdapat pada individu pecandu situs porno (addicted to cybersex). Keempat karakteristik tersebut adalah:  Ketrampilan sosial yang tidak memadai  Bergelut dengan fantasi-fantasi yang bersifat seksual  Berkomunikasi dengan figur-figur ciptaan hasil imaginasinya sendiri  Tidak mampu mengendalikan diri untuk tidak mengakses situs porno Sementara itu penelitian terhadap perilaku kompulsif dalam mengakses situs porno terungkap bahwa perilaku tersebut didorong oleh faktor-faktor seperti kesepian (loneliness), kurang percaya diri (lack of self-esteem), dan kurangnya pengendalian diri terhadap masalah seksual (lack of sexual self-control). > Ekspresi Seksual Berbeda dengan pandangan yang menganggap bahwa situs porno mendorong terjadinya masalah yang bersifat patologis, beberapa penulis justru melihat situs porno sebagai tempat yang menyediakan berbagai informasi "supercepat" mengenai masalah-masalah seksual dan sekaligus menawarkan cara-cara yang baru dan tersembunyi (paling tidak user merasa tidak ada orang lain yang tahu) untuk memuaskan keingintahuan seseorang dalam melakukan explorasi seksual. Keberadaan situs porno dinilai dapat membantu pasangan yang mengalami masalah dalam hubungan seksual karena menyediakna berbagai informasi yang terkadang "enggan" untuk dibicarakan secara langsung oleh pasangan tersebut. Menurut Leiblum (1997) dalam Journal of Sex Education and Therapy berjudul Sex and the net: Clinical implications, situs porno merupakan sarana ekspresi seksual yang memiliki rentangan secara kontinum dari sekedar rasa ingin tahu sampai pada perilaku obsesif. Bagi individu yang memerlukan terapi seksual, media seksual on-line seringkali dianggap dapat mengakomodasi hal-hal yang berhubungan dengan isolasi sosial dan ketidakbahagiaan dalam hidup. Lieblum membedakan 3 (tiga) karakter klinis dari para pengakses situs porno. Ketiga profil tersebut adalah:  Loners, dimana seseorang (user) menganggap bahwa situs porno dapat menjadi alat untuk mengakomodasi masalah-masalah atau hal-hal yang tidak menyenangkan dalam hidup.  Partners, dimana situs porno dianggap sebagai bagian dari pasangan hidup si user. Ketika user mengalami masalah dia dapat mencari solusi melalui situs porno  Paraphilics, dimana seseorang tergantung pada situs porno untuk memberikan stimulasi dan kepuasan seksual. Berdasarkan pandangan tersebut dapat disimpulkan bahwa jika seseorang hanya menganggap bahwa situs porno sebagai alat untuk mengakomodasikan masalah-masalah seksual saja maka ia tidak bisa digolongkan sebagai seseorang yang memiliki masalah kejiwaan. Pada tahapan berikut di mana pengguna menganggap situs porno sebagai partner yang bisa digunakan sebagai sarana untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapinya, sebenarnya individu sudah memasuki titik yang rawan untuk menuju ke tahapan berikutnya (Paraphilics), jika ia tidak mampu mengendalikan diri dan tidak segera menyelesaikan masalah yang ada dengan pasangannya. Sama halnya dengan beberapa perilaku adiksi yang lain (misalnya perjudian, alkoholik), maka jika individu sampai masuk ke tahapan ketiga maka dapat dipastikan bahwa ia memiliki masalah kejiwaan yang menyangkut perilaku adiksi. Dari uraian diatas dapat terlihat bahwa pengguna internet memiliki berbagai tujuan dan alasan dalam mengakses situs porno. Apakah Anda akan menggunakan situs tersebut untuk tujuan-tujuan yang positif demi kebahagiaan hidup Anda dan pasangan Anda atau sebaliknya, semua terserah Anda. Berasumsi bahwa semua pengakses internet memiliki masalah-masalah patologis tentu sangat tidak adil. Namun demikian hal yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai situs porno merupakan "menu harian" dalam mengakses internet. Selain itu bagi Anda yang sudah memiliki pasangan hidup jika mengalami masalah-masalah seksual hendaklah membicarakannya dengan pasangan Anda terlebih dahulu. Mengingat bahwa di Indonesia sampai saat ini belum ada aturan atau tata cara yang mengatur penggunaan teknologi internet ini, maka kendali sepenuhnya ada ditangan Anda. Situs porno yang sudah demikian marak dalam dunia maya tersebut tidak mungkin lagi dapat diblokir atau dihindari seperti yang pernah dilakukan oleh Departemen Penerangan beberapa tahun yang lalu. > Pola interaksi antar manusia Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet ( warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja. > Penggusuran manusia Dalam kehidupan yang digerakkan oleh teknologi informasi (komputer dan internet) kesuksesan hidup didunia sangat tergantung pada penguasaan pengetahuan, dan kemampuan mengelola emosi, dan kemampuan mengelola hubungan sosial. Banyak pakar berpendapat bahwa kunci sukses untuk mengarungi kehidupan turbulensi perubahannya sangat tinggi, orang harus memiliki tiga modal, yakni intellectual capital, social capital, soft capital, and spiritual capital (lihat Ancok, 1998; Ancok, 1999; Nahapiet & Ghoshal, 1998). Persaingan dalam kehidupan, baik itu kehidupan bisnis, kehidupan bermasyarakat, maupun kehidupan individual sangat ditentukan oleh kemampuan berinovasi. Untuk bisa berinovasi diperlukan kreatifitas yang tinggi dan pengetahuan yang luas. Teknologi informasi telah meribah dunia kerja, dari kerja yang bertumpu pada otot ke pekerjaan yang bertumpu pada otak. Pekerjaan masa sekarang lebih menuntut karyawan yang berpengetahuan (knowledge workers). Kondisi ini akan membuat jurang sosial antara mereka yang berpengetahuan (know) dan yang tidak berpengetahuan (know-not). Mereka yang tidak memiliki pengetahuan akan tergusur dari dunia kerja (Tappscott, 1996). Selain itu ada korelasi antara pengetahuan dan kekuasan (power). Mereka yang mempunyai pengetahuan akan memiliki kekuasaan. Sebaliknya mereka yang mempunyai kekuasaan bisa memiliki pengetahuan, karena mereka bisa menggunakan orang yang berpengetahuan untuk kepentingan kekuasaan. Kondisi ini akan membuat jurang sosial yang lain, yakni jurang antara yang memiliki akses pada kekuasaan dan yang tidak memiliki akses pada kekuasaan. Golongan ke dua ini akan termarginalisasi dalam kehidupan. Jurang sosial ini akan menjadi pemicuk konflik yang berwujud keresahan sosial. > Kerahasiaan alat tes semakin terancam Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet. Tes yang tersedia dalam internet yang pernah penulis buka antara lain adalah tes asertifitas, locus of control, tes inteligensi emosional, tes kecemasan. Kini semakin sulit untuk merahasiakan alat tes karena begitu mudahnya berbagai tes diperoleh melalui internet. Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk.. Implikasi dari permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut. Sumber : http://www.daputa.com/teknologi-informasi-dan citra-pendidikan.html http://www.beritanet.com/Education/dampak-virtual-worlds-1.html http://ancok.staff.ugm.ac.id/h-19/psikologi-dan-tantangan-millenium-ke-tiga-dampak-teknologi-internet-pada-kehidupan-manusia-dan-pengelolaan-institusi-pendidikan-psikologi.html http://www.e-psikologi.com/remaja/internet.htm

BIVRS - alat penilaian berbasis VR(Part 2)

Virtual Reality Modeling Language Bahasa Pemodelan Virtual Reality (VRML) adalah bahasa "untuk menggambarkan multi- peserta simulasi interaktif dunia-virtual melalui jaringan internet global dan hiper terkait dengan World Wide Web " Semua aspek. tampilan dunia maya, interaksi, dan internetworking dapat ditentukan dengan menggunakan VRML. Versi pertama dari VRML (1,0) diizinkan untuk penciptaan dunia virtual dengan terbatas perilaku interaktif. Dunia ini dapat berisi objek yang memiliki hyper link ke lainnya dunia, dokumen HTML, atau lain yang valid perpanjangan Surat Multimedia Internet (MIME) jenis. Versi kedua dari VRML (2,0), tersedia sekarang, memungkinkan pengguna untuk kaya perilaku, termasuk animasi, fisika gerak, dan real-time multi-interaksi pengguna. Langkah pertama dalam melihat dokumen VRML adalah mengambil dokumen itu sendiri. Para meminta dokumen berasal dari browser-baik web browser VRML atau HTML browser. Pengguna mengirim permintaan mereka ke browser web, dan browser Web mengirimkan permintaan pada ke penerima yang dimaksudkan. Web server yang menerima permintaan untuk suatu VRML dokumen upaya untuk memenuhi permintaan dengan jawaban. Jawaban ini akan kembali ke VRML yang Browser. Setelah dokumen tersebut telah diterima oleh browser VRML, itu baca dan dipahami oleh itu menciptakan representasi terlihat dari objek yang dijelaskan dalam dokumen. Setiap adegan VRML memiliki "sudut pandang", yang disebut kamera: Anda melihat adegan melalui mata kamera. Ini juga mungkin untuk predefine titik pandang. Semua browser menampilkan beberapa antarmuka untuk navigasi, sehingga Anda dapat memindahkan kamera adegan di seluruh dunia. Sebuah dunia VRML dapat didistribusikan-yaitu, dapat tersebar di Web tempat yang berbeda. Dengan cara yang sama bahwa halaman Web Internet dapat terdiri dari teks dari satu tempat dan gambar dari yang lain, dunia VRML dapat menentukan bahwa beberapa adegan yang berasal dari tempat ini, sementara objek lain datang dari tempat itu. Ini berarti bahwa file VRML sering beban secara bertahap, pertama deskripsi adegan dasar adalah dimuat, dan kemudian-jika ini mengacu pada bersarang (adegan dalam adegan) deskripsi-browser beban ini setelah adegan dasar telah dimuat. Kecepatan komputer tidak pernah cukup sebagai cepat seperti yang kita inginkan, dan juga tidak cukup sebagai modem mampu sebagai tuntutan kita buat pada mereka. Untuk alasan ini, hampir selalu ada beberapa penundaan terlibat dalam pemuatan sebuah VRML dunia jarang muncul segera, atau sekaligus. VRML memiliki kemampuan untuk menunjukkan Anda di mana benda akan muncul sebelum mereka telah download. Sebelum objek muncul, itu ditampilkan sebagai sebuah kotak kosong dari dimensi yang benar (Disebut bounding box), yang digantikan oleh objek yang sebenarnya ketika telah membaca masuk Disebut lazy loading, memungkinkan browser VRML untuk mengambil nya waktu-ketika ia tidak memiliki pilihan lain, yang memuat adegan-dari beberapa tempat berbeda sementara masih memberikan Anda sebuah akurat indikasi dari apa adegan akan terlihat seperti ketika itu penuh. Kesimpulan Pentingnya skala realitas virtual berdasarkan citra tubuh bergantung pada kemungkinan untuk cepat tes dalam cara yang lebih baik dan berbeda citra tubuh dirasakan seseorang. Hal ini juga memberi kesempatan untuk dengan mudah meningkatkan database lintas-budaya pada data citra tubuh. Kita telah membahas pentingnya realitas virtual untuk kemungkinan penambahan ketiga dimensi siluet ukuran tubuh yang disajikan dalam tes: menggunakan 3D dapat meningkatkan efektivitas tes karena lebih mudah untuk subjek untuk melihat perbedaan antara siluet, terutama untuk daerah-daerah tubuh tertentu (payudara, perut, pinggul dan paha). Kami juga mencatat bahwa sistem tersebut harus menjadi sangat penting bagi standarisasi data penilaian citra tubuh, karena difusi yang sangat tinggi Internet di beberapa negara yang berbeda. Kami juga telah menyiapkan versi berdiri sendiri, yang dapat berjalan pada biaya pribadi rendah komputer. Dalam sistem ini adalah mungkin untuk menyediakan perangkat input yang lebih baik, berdasarkan inframerah joystick dan pada biaya rendah kepala dipasang layar. Kami berencana untuk mengekspor solusi ini ke VRML versi juga, segera sebagai alat input tersebut akan didukung di internet. Sumber : http://realities.id.tue.nl/wp-content/uploads/2010/03/riva-1998.pdf

BIVRS - alat penilaian berbasis VR (Part 1)

Penilaian citra tubuh Pembangunan prosedur pengukuran untuk penilaian citra tubuh telah menjamur dalam beberapa tahun terakhir. Umumnya, peneliti dan dokter telah difokuskan pada dua aspek citra tubuh: komponen persepsi, sering disebut sebagai "ukuran akurasi persepsi ", dan komponen subjektif yang mencakup aspek-aspek seperti tubuh ukuran / berat badan dan penampilan fisik. Ada dua kategori luas dari prosedur yang digunakan untuk penilaian persepsi ukuran akurasi : tubuh-situs dan seluruh citra prosedur. Tubuh-situs prosedur estimasi mengharuskan subjek sesuai dengan lebar jarak antara dua titik dengan estimasi mereka sendiri dari lebar situs tubuh tertentu. Untuk Misalnya, Slade dan Russell dibangun bergerak calliper teknik (MCT), yang terdiri dari sebuah bar horisontal dengan dua lampu dipasang pada trek. Subjek bisa menyesuaikan lebar antara dua lampu untuk mencocokkan nya / perkiraan nya dari lebar situs tubuh tertentu. Perbandingan estimasi dengan lebar badan sebenarnya, diukur dengan kaliper tubuh, adalah digunakan untuk memperoleh persentase dari over-atau di bawah-estimasi. Untuk estimasi ukuran ini dan lainnya prosedur, penilaian lebar aktual subjek (diukur dengan kaliper tubuh) adalah dibandingkan dengan estimasi subjek, dan rasio over-atau di bawah-perkiraan ukuran dihitung. Umumnya, sebagian besar subyek melebih-lebihkan semua situs tubuh, namun, beberapa data menunjukkan bahwa pinggang adalah berlebihan dengan derajat terbesar. Karena perkiraan situs yang sangat berkorelasi, beberapa peneliti jumlah di situs, memberikan generik indeks terlalu tinggi. Ini mungkin disarankan, mengingat eksperimental atau klinis Tujuan dari penilaian, namun, untuk mengevaluasi setiap situs estimasi individual. Seluruh citra metode penyesuaian merupakan kategori utama kedua dari ukuran estimasi prosedur. Dengan prosedur ini, individu dihadapkan dengan kehidupan nyata- gambar, disajikan melalui rekaman video, gambar fotografi, atau umpan balik cermin. Percobaan representasi dapat memodifikasi untuk membuatnya objektif lebih kecil atau lebih besar dari kenyataan. Para Ketidaktepatan pengukuran persepsi adalah derajat perbedaan antara kehidupan nyata-nyata gambar dan yang dipilih oleh subjek. Skema angka atau siluet yang berbeda ukuran tubuh adalah ukuran yang paling banyak digunakan untuk penilaian subjektif komponen gangguan citra tubuh. Dengan metodologi ini, subjek diminta untuk memilih angka-angka yang mereka pikir mereka saat ini dan mencerminkan ukuran tubuh ideal mereka. Para perbedaan antara kedua ukuran ini diambil sebagai indikasi tingkat ketidakpuasan. Sebuah peningkatan teknis baru-baru dari prosedur penilaian figural / skema melibatkan presentasi skema tubuh pada layar komputer. Dengan metode ini, subjek dapat menyesuaikan ukuran sembilan lokasi tubuh untuk tiba di tepat gambar representasi bahwa mereka percaya sesuai dimensi mereka sendiri. Sekali lagi, ukuran kepuasan generik dengan tubuh dapat diperoleh dengan meminta subyek untuk menciptakan ideal untuk dibandingkan dengan pilihan mereka sendiri gambar mereka saat ini. Sebuah tes berbasis komputer juga disajikan oleh Schlundt & Bell. Mereka telah mengembangkan program mikrokomputer untuk komponen kognitif dan afektif menilai gambar tubuh yang disebut Pengujian Gambar Tubuh Sistem (BITS). Program, yang ditulis dalam bahasa Turbo Pascal untuk IBM PC, menghasilkan tampilan frontal dan siluet tampak samping dari tubuh manusia. Subjek dapat membuat citra tubuh siluet tumbuh kecil atau lebih besar selama sembilan daerah tubuh yang independen melalui sistem kontrol komputer. Sumber : http://realities.id.tue.nl/wp-content/uploads/2010/03/riva-1998.pdf

Penilaian psikologis melalui Internet: Sebuah Studi Keandalan dan Validitas Online (vs Kertas-dan-Pensil) Versi Kesehatan Kuesioner-28 (GHQ-28) dan Gejala Check-Daftar-90-Revisi (Umum SCL-90-R )

ABSTRAK Latar Belakang: Layanan Internet psikologi dengan cepat meningkat dan bahwa menyiratkan penilaian online. Untuk menjamin hasil dari prosedur evaluasi baru online, perlu untuk memiliki alat penilaian yang dapat dipercaya dan valid. Tujuan: Dalam karya ini kami menganalisis versi online dari dua kuesioner skrining yang populer psikopatologi: Kuesioner-28 Kesehatan Umum (GHQ-28) dan Gejala Check-Daftar-90-Revisi (SCL-90-R). Metode: Sebanyak 185 mahasiswa psikologi yang direkrut dari dua universitas di Madrid, Spanyol. Semua dari mereka memiliki akses internet di rumah. Situasi tes-tes ulang dan analisis faktorial digunakan untuk menghasilkan data reliabilitas dan validitas. Kedua kertas dan pensil kuesioner (test) dan versi online mereka (tes ulang) diselesaikan oleh 100 peserta (kesenjangan median = 17 hari). Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kedua kuesioner online yang cukup setara dengan kertas dan pensil mereka versi, dengan nilai keandalan yang lebih tinggi untuk SCL-90-R. Analisis faktorial cenderung untuk mereproduksi struktur yang ditunjukkan dalam penyelidikan mantan dari kedua kuesioner, mereplikasi struktur empat-faktor dari GHQ-28 tetapi gagal untuk melakukannya dengan struktur sembilan faktor SCL-90-R. Sebaliknya, faktor unrotated besar muncul. Kesimpulan: Penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk mengkonfirmasi data ini, tetapi pekerjaan kami mendukung penggunaan online kedua alat penilaian. Sifat-sifat psikometrik versi online GHQ-28 mirip dengan kertas-pensil dan-dan kami dapat merekomendasikan pemanfaatannya dalam lingkungan Web. Sebaliknya, SCL-90-R hanya dapat direkomendasikan sebagai indeks global untuk tekanan psikologis, dengan menggunakan Indeks Keparahan Global (GSI), belum tentu subskala nya, dan itu harus dipertimbangkan bahwa nilai online yang lebih rendah dari yang dengan kertas dan pensil versi. Pengantar Saat ini, penilaian online menjadi diperlukan karena psikologi klinis sedang mempertimbangkan Internet sebagai medium yang terapi dan konseling dapat ditawarkan. Ini telah menunjukkan bagaimana mudahnya untuk membuat website berisi alat untuk menilai masalah psikologis atau konstruksi. Selain itu, keunggulan dibandingkan cara tradisional pengumpulan data, seperti penilaian mudah dan segera dan penanganan data yang hilang, telah dibuat jelas. Pada titik ini, keandalan dan validitas kuesioner online telah menjadi topik penelitian saat ini dan relevan.Sejauh ini, pertanyaan "Apakah cara pemberian mempengaruhi skor responden?" Hampir tidak dirumuskan, dan penelitian pada topik ini telah dilakukan oleh hanya beberapa studi. Konsep yang berkaitan dengan keinginan sosial, pengungkapan diri, atau kecemasan komputer disarankan sebagai variabel modulasi yang dapat memodifikasi sikap terhadap tes komputerisasi. Meskipun literatur tentang mata pelajaran ini, penelitian ini masih langka dan tidak meyakinkan dan menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk membandingkan data dari kertas-pensil dan-dan versi online. Dalam hal ini, semakin banyak kuesioner komputerisasi atau online terkait dengan bidang-bidang seperti panik / agorafobia, pemuda yang tinggal kemerdekaan, agresi dan impulsif, kualitas hidup pada diabetes, dan baterai dari 16 kesehatan lainnya yang berhubungan kuesioner telah dipelajari. Semua kecuali satu dari versi komputer / online (Kuesioner Agresi oleh Buss dan Perry) dinyatakan setara dengan masing-masing kertas dan pensil tes. Seiring dengan ini, penelitian secara acak pada tes tekanan psikologis telah menunjukkan kesetaraan yang sama antara online dan kertas dan pensil versi. Namun demikian, terlepas dari hasil positif yang mendukung penilaian online, studi tentang sifat psikometrik tes online memiliki masalah metodologis sering (kurangnya tugas acak atau karakteristik demografis yang berbeda untuk memastikan sampel kesetaraan), yang membuat keandalan yang memadai atau analisis kesetaraan sulit. Mengambil kondisi saat penelitian ke rekening, karya ini bertujuan untuk memperoleh reliabilitas dan data validitas untuk versi online dua kuesioner skrining yang paling sering digunakan psikopatologi dalam kesehatan mental: Kuesioner-28 Kesehatan Umum (GHQ-28) dan Gejala Check-Daftar-90-Revisi (SCL-90-R). Makalah ini merupakan bagian dari penelitian yang lebih luas yang bertujuan untuk mengembangkan situs Web pengobatan psikologis berikut analisis sebelumnya online website psikologi klinis di Spanyol. Kedua kuesioner yang digunakan dalam sebuah website konseling, tahap awal di lokasi pengobatan psikologis. Pilihan ini didasarkan pada penelitian yang luas dan penggunaan sejarah dari kedua kuesioner dalam psikopatologi, serta dengan sederhana struktur laporan diri, yang membuatnya mudah untuk memasukkan mereka ke sebuah situs web. Situasi tes-tes ulang dipilih untuk memperoleh data reliabilitas dan validitas. Keandalan dihitung sebagai konsistensi internal, dan tes-tes ulang korelasi menjabat sebagai indeks kesetaraan dari dua metode uji administrasi (kertas dan pensil dan online). Eksplorasi struktur batin dengan analisis faktorial digunakan untuk mengevaluasi validitas konstruk versi online. Meskipun kedua kuesioner memiliki skor umum, mereka dibagi menjadi skala diusulkan sebagai penanda gangguan psikologis. Keempat skala GHQ-28 (A: gejala somatik, B: kecemasan / insomnia, C: disfungsi sosial, dan D: depresi) telah ditemukan sebagai struktur empat-faktor dalam penelitian sebelumnya. Untuk SCL-90-R, sembilan timbangan (somatisasi, gejala obsesif-kompulsif, sensitivitas interpersonal, depresi, kecemasan, permusuhan, kecemasan fobia, ideation paranoid, psychoticism) awalnya diusulkan sebagai mewakili struktur-faktor sembilan, namun sebagian besar penelitian sampai saat ini telah gagal untuk meniru ini dan sebaliknya telah ditemukan baik faktor kesulitan utama global atau empat, lima, atau enam-faktor solusi. Singkatnya, dengan pekerjaan ini kami mencoba untuk memberikan kontribusi beberapa data yang diperlukan pendukung empiris dalam rangka untuk memastikan bahwa kuesioner online memiliki setidaknya karakteristik psikometri yang sesuai mereka dikaitkan dengan kertas dan pensil versi. Metode Sampel Peserta 185 mahasiswa psikologi yang direkrut dari dua universitas di Madrid, Spanyol. Semua dari mereka memiliki akses internet di rumah. Ini merupakan persyaratan untuk berpartisipasi dalam penelitian ini dalam rangka untuk mengontrol bagaimana peserta informal yang akrab dengan teknologi yang dibutuhkan. Meskipun keakraban internet bukan merupakan fitur wakil dari populasi umum di Spanyol, pekerjaan ini dibingkai dalam sebuah proyek di mana titik akhir akan menjadi pengembangan dari sebuah website pengobatan untuk gangguan mood, sehingga sampel menyerupai populasi target dalam keakraban internet. Instrumen GHQ-28 Kesehatan Umum Questionnaire (GHQ) digunakan untuk mendeteksi gangguan kejiwaan di populasi umum dan dalam pengaturan klinis komunitas atau non-jiwa seperti perawatan primer atau rawat jalan medis umum. Dalam GHQ-28 responden diminta untuk membandingkan kondisi terakhir psikologis dengan keadaan biasa. Oleh karena itu sensitif terhadap jangka pendek gangguan kejiwaan namun tidak lama atribut responden. Semua item memiliki sistem penilaian 4 titik menggunakan skor Likert (0-1-2-3). Para GHQ-28 berisi 28 item yang, melalui analisis faktor, telah dibagi menjadi empat sub-skala, sebagaimana disebutkan di atas. Versi bahasa Spanyol-Kuesioner Kesehatan Umum oleh Lobo dan Muñoz digunakan. Dalam versi online, orang bisa gulir melalui uji keseluruhan. Sebuah menu pull-down di mana jawaban yang mungkin muncul mengikuti teks dari setiap item. SCL-90-R Checklist-90-R Gejala (SCL-90-R) instrumen telah dirancang untuk mengevaluasi berbagai masalah psikologis dan gejala psikopatologi. Instrumen ini juga berguna dalam mengukur kemajuan pasien atau hasil pengobatan. SCL-90-R memiliki 9 sub-skala, seperti yang disebutkan di atas dan dalam Tabel 4. Jumlah dari semua 9 subskala adalah Indeks Keparahan Global (GSI), yang dapat digunakan sebagai ringkasan dari tes, yang mencerminkan tekanan psikologis secara keseluruhan. Kami menggunakan versi Spanyol-bahasa Gejala Check-Daftar-90-Revisi oleh González de Rivera dkk. Metode tampilan yang sama secara online digunakan sebagai untuk GHQ-28. Prosedur Sebuah desain tes-tes ulang dilakukan klasik: versi kertas dan pensil dari instrumen itu digunakan untuk uji dan versi online untuk tes ulang. Setelah secara verbal menyetujui untuk berpartisipasi dalam penelitian ini, peserta menerima sebuah buku yang berisi instruksi, pertanyaan sosiodemografi, dan keduanya kuesioner skrining di kertas dan format pensil. Pada akhir halaman petunjuk ada sebuah kotak dengan alamat website yang berisi kuesioner online dan tanggal situs akan tersedia. Identifikasi kuesioner online peserta dicapai oleh sebuah nickname yang dipilih dan ditulis oleh masing-masing subjek dalam buku kuesioner. Untuk memastikan bahwa peserta menyelesaikan tugas online, alamat email diminta untuk memberikan pesan pengingat (22 peserta menolak). Pesan individu dikirim 14 hari setelah tugas kertas dan pensil. Sebuah pengingat kedua dikirim jika kuesioner online tidak diterima dalam waktu seminggu setelah pesan pertama. Analisis statistik Analisis statistik dilakukan dengan SPSS versi 12.0. Keandalan sebagai konsistensi internal diukur oleh Cronbach alpha diuji untuk kedua format dari kuesioner dan sub-skala mereka. Korelasi Pearson digunakan untuk membuktikan kesetaraan antara kertas-dan-pensil bentuk dan versi online. Sebuah uji t disajikan untuk mengevaluasi apakah ada perbedaan statistik yang signifikan antara skor rata-rata dari format. Kami juga diterapkan η 2 setelah ANOVA tindakan berulang. η2 adalah ukuran dari ukuran efek dalam ANOVA: derajat hubungan antara efek (misalnya, efek utama, interaksi, dan kontras linier) dan variabel dependen. Kami menggunakan statistik ini dalam mencoba untuk memutuskan apakah perbedaan skor rata-rata memiliki relevansi klinis. Benchmark yang berbeda telah digunakan untuk menafsirkan η 2, tetapi untuk aturan